5 Fakta Menarik dari Usai Laga Derby Merseyside

Axnbet.com – Sadio Mane menjadi penentu kemenangan The Reds dalam derby Merseyside, Hari Selasa dini hari 20 Desember 2016. Dimana gol tunggal ke gawang Everton, menjadikan Mane melanjutkan statusnya sebagai pembeda,dalam setiap perjumpaan Ronald Koeman dengan The Reds.

Dikutip dari Mirror, kedua tim saling mengancam lewat serangan balik di Goodison Park. Namun, tidak ada gol yang dapat tercipta selama 90 menit waktu normal, sampai Mane menjadikan golnya dalam masa tambahan waktu.

Kesempatan terbaik The Reds di raih Roberto Firmino, sebelum tembakan Daniel Sturridge yang masuk sebagai pesepakbola pengganti membentur tiang. Mane raih merebut bola yang memantul, serta melepaskan tembakan yang bersarang di gawang Everton.

Everton sangat beruntung dalam laga, karena masih dapat mengakhiri laga dengan 11 pesepakbola. Ross Barkley dinilai seharusnya meraih kartu merah, karena tekel berbahaya yang dilakukannya terhadap Jordan Henderson.

Berikut ialah lima hal menarik yang raih dilihat dari derby Merseyside:

1. Seru namun kurang dalam kualitas penyelesaian
Banyak perubahan yang sudah diberikan Koeman bagi Everton. Pendekatan ‘Anjing Perang’ ketika mengalahkan The Gunners, kembali digunakan ketika menghadapi The Reds. Mereka berhasil menjadikan pesepakbola The Reds sangat kesulitan, sebelum kelelahan di babak kedua.

Koeman menjadikan para pesepakbola Everton terus berlari, serta menjadi lebih cepat dari lawan. Namun, Juergen Klopp sudah mempersiapkan timnya untuk bekerja keras, dengan latihan intesif dalam persiapan pramusim.

2. The Toffes semakin tergantung pada James McCarty
Tampil luar biasa ketika menghadapi The Gunners, James McCarthy kembali memperoleh tempat di pertandingan lawan The Reds. Ia kembali bermain impresif, sampai menderita cedera sebelum akhir babak pertama.Tak adanya McCarty menjadikan permainan Everton terlihat jauh berbeda.

3. Lovren semakin tangguh, Klavan kesulitan
Tak turunnya Joel Matip, menjadikan Dejan Loveren berada di bawah tekanan untuk memimpin di sektor belakang The Reds. Ia berhasil meredam ancaman Romelu Lukaku, meski bomber berbahaya Everton, itu berkali-kali raih memanfaatkan kelemahan Ragnar Klavan.

Defender veteran asal Islandia, itu tampil bagus dalam dua pertandingan pamungkas The Reds, selepas sebelumnya hanya menjadi pilihan keempat. Klavan disebut tak bermain cukup solid, sampai Klopp lebih memilih Lucas Leiva sebagai pilihan ketiga di posisi defender tengah.

Sayang, performa bagus Klavan ketika lawan Middlesbrough, tak berlanjut di laga penting menghadapi Everton.

4) Henderson memenangkan duel pemain tengah Inggris Selepas performa yang meningkat lawan The Gunners, The Reds menjadi peluang besar bagi Ross Barkley untuk unjuk kemampuan. Namun, Henderson menunjukkan dirinya lebih pantas, menjadi pilihan utama di timnas Inggris.

Di bawah Klopp, Henderson berkembang pesat di posisi pemain tengah bertahan, dengan kesuksesannya mematahkan banyak serangan Everton. Frustrasi Barkley terlihat terang, ketika ia melakukan tekel berbahaya terhadap Henderson, serta beruntung tak memperoleh kartu merah.

5) The Reds masih membutuhkan kualitas Coutinho
Permainan The Reds musim ini, dianggap sebagai performa paling atraktif. Tapi, tak turunnya Philippe Coutinho, rupanya banyak berdampak pada kualitas serta kreativitas serangan The Reds.

Firmino, Divock Origi, serta Mane, ialah pemain-pemain bagus, namun tak punya kualitas yang dimiliki Coutinho.

Related posts